Minggu, 20 Januari 2019

Literature Review Pengaruh Terapi Musik terhadap Menejemen Nyeri pada Pasien Operasi


LITERATUR REVIEW
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN OPERASI



Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Sistem Informasi Keperawatan I
Mahasiswa Program S1 Ilmu Keperawatan








Disusun Oleh :
Agisti Raudlatul Fitri









SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
BINA PUTERA BANJAR
TAHUN 2019











KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah SWT. Karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Sholawat serta salam smoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Aamiin.
Literature review ini merupakan tugas untuk mata kuliah Sistem Infomasi Keperawatan yang berjudul “Pengaruh Terapi Musik Terhadap Menejemen Nyeri pada Pasien Operasi”. Bertujuan agar para pembaca dapat memahami tentang materi terkait. Diharapkan dengan membaca ini dapat menambah ilmu pengetahuan penulis khususnya dan semua pembaca.
Terakhir penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan kepada penulis, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan literature review ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.
Penulis 















DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 1
1.1  Latar Belakang ………………………………………………………………. 1
1.2  Rumusan Masalah …………………………………………………………… 2
1.3  Tujuan ………………………………………………………………………… 2
1.3.1        Tujuan Umum …………………………………………………………. 2
1.3.2        Tujuan Khusus ………………………………………………………… 2
1.4  Manfaat ………………………………………………………………………. 3
1.4.1        Manfaat Teoritis ………………………………………………………. 3
1.4.2        Manfaat Praktis ……………………………………………………….. 3
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………………….. 4
2.1  Review Jurnal ……………………………………………………………….. 4
2.1.1        Jurnal I ………………………………………………………………....4
1)      Judul …………………………………………………………….... 4
2)      Kekuatan ………………………………………………………… .4
3)      Besar asosiasi (Hasil statistik) ………………………………….... 4
4)      Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya ……………………… 5
5)      Spesifitas ………………………………………………………… 6
6)      Jenis Intervensi (jika bentuk penelitiannya eksperimen) ………..  6
7)      Klausability ……………………………………………………… 6
8)      Koherensi/Kesesuaian …………………………………………… 6
9)      Bukti Eksperimen ……………………………………………….. 6
10)  Kekurangan ……………………………………………………… 7
2.1.2        Jurnal II ……………………………………………………………… 7
1)      Judul ……………………………………………………………. 7
2)      Kekuatan ……………………………………………………….. 7
3)      Besar asosiasi (Hasil statistik) …………………………………. 7
4)      Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya  ……………………. 9
5)      Spesifitas ……………………………………………………….. 9
6)      Jenis Intervensi (jika bentuk penelitiannya eksperimen) ………. 9
7)      Klausability …………………………………………………….. 9
8)      Koherensi/Kesesuaian ………………………………………….. 9
9)      Bukti Eksperimen ………………………………………………. 9
10)  Kekurangan …………………………………………………….. 9
2.2  Jurnal Analysis …………………………………………………………….. 10
2.3  Jurnal Comparison ………………………………………………………..  10
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………….. 12
3.1  Simpulan …………………………………………………………………… 13
3.2  Saran ……………………………………………………………………….. 13
3.1.1        Saran Teoritis ……………………………………………………….. 13
3.1.2        Saran Praktis ………………………………………………………..  13

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….. 14








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Literatur Review merupakan sebuah pengkajian yang sistematis dan evaluasi yang mendalam terhadap literature yang dapat menyiapkan sebuah kesimpulan, klasifikasi, perbandingan, dan evaluasi untuk melihat gap yang ada. Literature review biasanya ada pada disertasi, thesis, atau skripsi yang berisi tentang hasil-hasil analisis terkait dengan topik yang diambil. Literature review merupakan rangkaian yang memerlukan pemikiran kritis untuk menyusunnya, bukan hanya sekedar menyambungkan teori yang ada, peneliti juga perlu untuk memahami materi yang ia ambil. Biasanya, seseorang yang kurang memahami topik pembahasan yang dikaji akan terlihat pada literature reviewnya.
      Literature review dapat menunjukkan tentang sejauh mana topik yang kita ambil telah diteliti dan dibahas. Kemudian menemukan perbedaan hasil penelitian yang satu dengan lain, yang akhirnya dapat kita buat sebagai penelitian selanjutnya agar hasilnya dapat lebih jelas.
      Melihat saat ini banyak sekali jurnal yang membahas berbagai macam penelitian. Penulis tertarik dengan salah satu tema penelitian yang berfokus pada terapi musik sebagai dikstraksi pasien yang menjalani operasi
      Terapi musik adalah terapi yang dilakukan dengan menggunakan alat musik yang dibunyikan secara langsung oleh pasien atau hanya berupa musik untuk didengarkan. Dalam praktek terapi music, biasanya pasien dengan keluhan kejiwaan akan diberikan terapi musik dengan cara diajarkan untuk memaikan alat music yang bertujuan untuk mendikstraksi pasien. Sedangkan untuk pasien dengan keadaan luka fisik biasanya hanya diperkenankan untuk mendengarkan music sebagai terapi rasa sakitnya.
      Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas tentang topik terkait untuk mengkaji sejauh mana penelitian tentang terapi musik ini dilakukan dan sejauh mana terapi music ini dapat digunakan oleh seseorang yang sedang sakit.
      Dalam kesempatan kali ini peneliti mencoba untuk mengambil satu genre musik yang dinilai cocok digunakan untuk terapi music. Yaitu music klasik. Karena music klasik cenderung memiliki alunan yang lambat dan halus, akan cocok jika digunakan sebagai alat terapi pada pasien.
1.1    Rumusan Masalah
1.      Apakah terapi music dapat membantu dalam menejemen nyeri pasien post operasi?
2.      Bagaimana terapi musik klasik mempengaruhi skala nyeri pasien post operasi?
3.      Sejauh mana terapi music dapat berperan dalam menejemen nyeri pasien post operasi?
1.2    Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
Pembaca dapat mengetahui bagaimana terapi music dapat memengaruhi skala nyeri pada pasien
1.2.2        Tujuan Khusus

1. Penulis mengetahui sejauh mana penelitian yang dilakukan untuk terapi musik khususnya music klasik terhadap menejemen nyeri pada pasien.  
2. Pembaca dapat tertarik untuk mencoba melakukan terapi music pada pasien
1.1    Manfaat
1.1.1        Manfaat Teoritis
     Sebagai bahan tinjauan untuk melihat sejauh mana penelitian tentang topik terkait dilakukan.
1.1.2        Manfaat Praktis
1.      Sebagai pemicu adanya penilitian lanjutan tentang topic terkait.

2.   Sebagai bahan pembelajaran tentang terapi musik terhadap menejemen nyeri pada pasien.









BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1  Review Jurnal
2.1.1   Jurnal I
1.      Judul
“Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSU Muhammadiyah Yogyakarta”
·           Judul penelitian cukup menggambarkan isi penelitian
2.      Kekuatan
·           Jurnal ini melakukan penelitian menggunakan dua kategori yaitu yang diberi terapi musik dan yang tidak menggunakan terapi musik. Membuat hasil penelitian menjadi lebih jelas dan akurat.
·           Penelitian tidak hanya menggunakan satu kategori namun menggunakan beberapa kategori terdiri dari : berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat kecemasan,uji wilcoxon match pairs test pada kelompok eksperimen dan kontrol.
·           Mencantumkan kata kunci
·           Mencantumkan tahun pembuatan
3.      Besar asosiasi (Hasil statistik)
·           Penelitian ini menggunakan Quansi eksperimen dengan Non Equivalent Control Group Design.
·           Menggunakan sebanyak 20 sampel.
·      Penyajian table dilengkapi dengan penjelasan dibawah

No
Usia
Kelompok
Ekperimen
kontrol
F
%
F
%
1
17-35
5
50%
2
20%
2
36-45
-
-
1
10%
3
46-55
2

20%

4
40%
4
56-65
3
30%
3
30%

Dari tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa usia responden pada kelompok eksperimen paling banyak berusia 17-35 tahun (remaja akhir - dewasa awal) sebanyak 5 responden 50%. Responden yang paling sedikit berusia 46-55 tahun (lansia awal) sebanyak 2 responden 20%. Sedangkan pada kelompok kontrol dapat diketahui usia responden yang paling banyak berusia 46-55 tahun (lansia awal) sebanyak 4 responden 40%. Responden yang paling sedikit berusia 36-45 tahun (dewasa akhir) sebanyak 1 responden.
4.    Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya
Replikasi dari penelitian sebelumnya tidak menggunakan dua kategori eksperimen dan kontro melainkan hanya kelompok eksperimen saja.
5.     Spesifitas
        Spesifitas Pada penelitian ini tidak terpenuhi beberapa data yang ditemukan hampir gagal mendapatkan adanya pengaruh pada terapi musik karena data hampir seimbang antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Namun tetap terjadi pengaruh.

6.   Jenis Intervensi
      Pada penelitian ini peneliti memberikan tindakan memperdengarkan musik klasik seperti musik karya Kenny G yang berjudul “My Heart Will Go On” kepada responden kelompok eksperimen selama 10 menit menggunakan mp3.
7.   Klausability
Penggunaan musik klasik sebagai contoh terapi musik terpenuhi dan masuk akal karena mengingat musik klasik merupakan musik yang memiliki alunan yang lembut sehingga memungkinkan untuk menurunkan emosi pasien.
8.      Koherensi/Kesesuaian
Dalam penelitian ini kesesuaian terpenuhi karena peneliti tidak hanya meneliti dari satu kelompok saja tapi dari berbagai kelompok sehingga hasilnya lebih akurat dan lengkap.
9.     Bukti Eksperimen
Jurnal ini tidak melampirkan bukti eksperimen hanya berupa data hasil saja.
10.   Kekurangan
·      Tidak melampirkan gambar sebagai bukti eksperimen
·      Pada pendahuluan terlalu banyak pengutipan dari para ahli sementara tulisan asli dari penulis hanya sedikit.
2.1.2   Jurnal II
1.      Judul
“Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Terhadap Nyeri Pada Pasien Pre Operasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta”
·           Judul cukup menggambarkan isi dari penelitian
2.      Kekuatan
·      Menggunakan sampel yang lebih banyak dari jurnal satu. Yaitu terdiri dari 65 orang
·      Mencantumkan kepustakaan
·      Mencantumkan kata kunci
·   Penelitian tidak hanya fokus pada satu kelompok tapi terdiri dari beberapa kelompok yaitu pasien berdasarkan jenis jelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan
·      Memiliki analisis bivariat.
3.      Besar asosiasi (Hasil statistik)
·    Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis rancangan quasi eksperimen pre post test with control group design.
·  Analisis yang dilakukan untuk mengetahui efektifitas terapi musik klasik dengan analisis SPSS menggunakan uji Wilcoxon.
·    Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel disertai penjelasan secara deskriptif di bawah tabel.
No
Usia
Kelompok
Ekperimen
kontrol
F
%
F
%
1
17-35
5
50%
2
20%
2
36-45
-
-
1
10%
3
46-55
2

20%

4
40%
4
56-65
3
30%
3
30%
    
Karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak yaitu 20-29 tahun sejumlah 31 orang (49,0%), usia 30-39 tahun yaitu 13 orang (20,7%), usia 40-49 tahun yaitu sejumlah 12 orang (19,0%)  dan 50-59 tahun sebanya 7 orang (11,1%). Karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak yaitu 20-29 tahun yaitu 31 responden (52,5%), usia 30-39 tahun yaitu 13 responden (25%), usia 40-49 tahun yaitu 12 (17,5%), dan 50-59 tahun sebanyak 7 responden (5%). Notoatmodjo (2007) mengatakan bahwa usia seseorang akan memengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang terhadap informasi yang diberikan, semakin bertambah usia maka daya tangkap dan pola pikir seseorang semakin berkembang bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja.
4.       Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya
Penelitian sebelumnya hanya berfokus pada anak belum pada banyak kelompok.
5.        Spesifitas
Pada penelitian ini spesifitas terpenuhi karena peneliti tidak hanya meneliti pada satu kelompok saja.
6.         Jenis Intervensi
Peneliti memberikan responden musik klasik dan mendengarkannya.
7.         Klausability
Klausability pada penelitian ini cukup terpenuhi pada setiap kelompok.
8.         Koherensi/Kesesuaian
Kesesuaian telah terpenuhi pada aspek jenis pasien yaitu pada pasien pre operasi saja
9.         Bukti Eksperimen
pada jurnal ini peneliti tidak melampirkan bukti gambar pada saat eksperimen dilaksanakan. Dan hanya berupa hasil data
10.       Kekurangan
     ·      Tidak mencantumkan tahun pembuatan
    ·      Hanya mengambil untuk kelompok eksperimen saja sementara kelompok kontrol tidak dibuat

  ·      Pada penjelasan data hasil pasien berdasarkan pekerjaan, penjelasan menjadi belok pembahasan menjadi tentang pendidikan membuat pembaca menjadi terheran apa korelasinya.

2.2    Jurnal Analysis
Kedua jurnal ini sama-sama menjelaskan tentang bagaimana terapi musik khususnya musik klasik mempengaruhi menejemen nyeri pada pasien operasi. Jurnal penelitian ini cukup mendapatkan hasil yang akurat dalam membuktikan bahwa musik dapat mendikstraksi rasa sakit pasien.
Pada jurnal pertama, penelitian lebih bervariasi dengan membandigkan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga hasilnya lebih terlihat. Bagaimana persentase terapi musik mempengaruhi pasien jelas terlihat pada jurnal ini. Jurnal kedua, menggunakan metode yang sama dengan memperdengarkan musik klasik kepada pasien. Namun tidak cukup menjelaskan bagaimana proses pada saat eksperimen.
2.3    Jurnal Comparison
Jurnal pertama meneliti pada pasien post operasi, pembahasannya pun lebih terperinci dengan menjelaskan bagaimana proses eksperimenberlangsung. Bagaimana cara melakukan penelitian sampai judul musik yang dipakai untuk melakukan penelitian.
Sedangkan pada jurnal kedua, pasien yang digunakan untuk sampel adalah pasien pre operasi. Namun jurnal ini kurang menjelaskan bagaimana proses eksperimen berlangsung. Walaupun begitu jurnal kedua memakai sampel lebih banyak dari jurnal pertama. Jurnal kedua juga menyebutkan penelitian terakhir yang terkait dengan bahasan yang diambil sedangkan pada jurnal pertama tidak disebutkan







BAB III
PENUTUP
3.1    Simpulan
Terapi musik adalah salah satu cara untuk mendikstraksi pasien terhadap rasa nyerinya. Sekarang ini sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa musik dapat membantu pasien melupakan rasa nyeri nya. Buukan hanya musik klasik namun juga genre musik lain pun dapat membantu pasien dalam menejemen nyeri.
Musik adalah bahasa universal, pasien dapat mengekspresikan bagaimana perasaannya melalui musik. Melihat bagaimana hasil dari penelitian diatas, dapat terlihat bahwa pasien setuju dan merasakan bahwa musik dapat menjadi terapi untuk rasa sakitnya.
Pada penelitian diatas hanya membuktikan bagaimana musik memberikan terapi untuk pasien yang akan dan sudah melakukan operasi patah tulang. Diluar daripada itu, akan menyusul banyak penelitian tentang terapi musik untuk penyakit lain dengan tingkat keseriusan yang lebih tinggi dari ini.
3.2    Saran
3.2.1   Saran Teoritis
        Diharapkan kedepannya akan menyusul penelitian lain yang dapat membuktikan lebih luas bagaimana musik berperan dalam proses terapi pada menejemen nyeri
3.2.2   Saran Praktis
1.    Diharapkan perawat mau membantu pasien dalam melewati nyeri nya dengan menggunakan teknik terapi music
2.   Rumah sakit mau memfasilitasi untuk praktik terapi musik. Bukan hanya untuk yang didengarkan saja namun yang dapat dimainkan pasien juga.







DAFTAR PUSTAKA

Alan Yanuar. 2015. Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. 01:1-7
Hayati Dwi Pangestika, Siti. 2016. Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Terhadap Nyeri pada Pasien Pre Operasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. 01 : 1-7
Suryani. 2016. Mencegah Plagiarism : Ilmu dan Seni Melakukan Literatur Review. Bandung : Unpad Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar