LITERATUR REVIEW
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP MANAJEMEN NYERI PADA
PASIEN OPERASI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Sistem Informasi Keperawatan
I
Mahasiswa Program S1 Ilmu Keperawatan
Disusun Oleh :
Agisti Raudlatul Fitri
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
BINA PUTERA BANJAR
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan kepada
Allah SWT. Karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
ini dengan baik. Sholawat serta salam smoga senantiasa tercurah limpahkan
kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, para sahabat, dan
para pengikutnya sampai akhir zaman. Aamiin.
Literature
review ini merupakan tugas untuk mata kuliah Sistem Infomasi Keperawatan yang
berjudul “Pengaruh Terapi Musik Terhadap Menejemen Nyeri pada Pasien Operasi”. Bertujuan agar para
pembaca dapat memahami tentang materi terkait. Diharapkan dengan membaca ini
dapat menambah ilmu pengetahuan penulis khususnya dan semua pembaca.
Terakhir penulis mengucapkan banyak
terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan kepada
penulis, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan literature review ini.
Semoga dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.
Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………… 2
1.3 Tujuan ………………………………………………………………………… 2
1.3.1
Tujuan Umum …………………………………………………………. 2
1.3.2
Tujuan Khusus ………………………………………………………… 2
1.4 Manfaat ……………………………………………………………………….
3
1.4.1
Manfaat Teoritis ………………………………………………………. 3
1.4.2
Manfaat Praktis ……………………………………………………….. 3
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………………….. 4
2.1 Review Jurnal ……………………………………………………………….. 4
2.1.1
Jurnal I ………………………………………………………………....4
1)
Judul
…………………………………………………………….... 4
2)
Kekuatan …………………………………………………………
.4
3)
Besar asosiasi (Hasil statistik) ………………………………….... 4
4)
Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya ……………………… 5
5)
Spesifitas
………………………………………………………… 6
6)
Jenis Intervensi (jika bentuk penelitiannya eksperimen) ……….. 6
7)
Klausability ……………………………………………………… 6
8)
Koherensi/Kesesuaian …………………………………………… 6
9)
Bukti Eksperimen ……………………………………………….. 6
10) Kekurangan ……………………………………………………… 7
2.1.2
Jurnal II ………………………………………………………………
7
1)
Judul …………………………………………………………….
7
2)
Kekuatan ………………………………………………………..
7
3)
Besar asosiasi (Hasil statistik) …………………………………. 7
4)
Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya …………………….
9
5)
Spesifitas
……………………………………………………….. 9
6)
Jenis Intervensi (jika bentuk penelitiannya eksperimen) ………. 9
7)
Klausability …………………………………………………….. 9
8)
Koherensi/Kesesuaian ………………………………………….. 9
9)
Bukti Eksperimen ………………………………………………. 9
10) Kekurangan …………………………………………………….. 9
2.2 Jurnal Analysis …………………………………………………………….. 10
2.3 Jurnal Comparison ……………………………………………………….. 10
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………….. 12
3.1 Simpulan …………………………………………………………………… 13
3.2 Saran ………………………………………………………………………..
13
3.1.1
Saran Teoritis ……………………………………………………….. 13
3.1.2
Saran Praktis ……………………………………………………….. 13
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….. 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Literatur Review merupakan sebuah pengkajian yang sistematis dan evaluasi
yang mendalam terhadap literature yang dapat menyiapkan sebuah kesimpulan,
klasifikasi, perbandingan, dan evaluasi untuk melihat gap yang ada. Literature
review biasanya ada pada disertasi, thesis, atau skripsi yang berisi tentang
hasil-hasil analisis terkait dengan topik yang diambil. Literature review
merupakan rangkaian yang memerlukan pemikiran kritis untuk menyusunnya, bukan
hanya sekedar menyambungkan teori yang ada, peneliti juga perlu untuk memahami
materi yang ia ambil. Biasanya, seseorang yang kurang memahami topik pembahasan
yang dikaji akan terlihat pada literature reviewnya.
Literature review dapat
menunjukkan tentang sejauh mana topik yang kita ambil telah diteliti dan
dibahas. Kemudian menemukan perbedaan hasil penelitian yang satu dengan lain,
yang akhirnya dapat kita buat sebagai penelitian selanjutnya agar hasilnya
dapat lebih jelas.
Melihat saat ini banyak sekali
jurnal yang membahas berbagai macam penelitian. Penulis tertarik dengan salah
satu tema penelitian yang berfokus pada terapi musik sebagai dikstraksi pasien
yang menjalani operasi
Terapi musik adalah terapi yang dilakukan dengan
menggunakan alat musik yang dibunyikan secara langsung oleh pasien atau hanya
berupa musik untuk didengarkan. Dalam praktek terapi music, biasanya pasien
dengan keluhan kejiwaan akan diberikan terapi musik dengan cara diajarkan untuk
memaikan alat music yang bertujuan untuk mendikstraksi pasien. Sedangkan untuk pasien dengan keadaan
luka fisik biasanya hanya diperkenankan untuk mendengarkan music sebagai terapi
rasa sakitnya.
Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk membahas tentang topik terkait untuk mengkaji sejauh mana
penelitian tentang terapi musik ini dilakukan dan sejauh mana terapi music ini
dapat digunakan oleh seseorang yang sedang sakit.
Dalam kesempatan kali ini
peneliti mencoba untuk mengambil satu genre musik yang dinilai cocok digunakan
untuk terapi music. Yaitu music klasik. Karena music klasik cenderung memiliki
alunan yang lambat dan halus, akan cocok jika digunakan sebagai alat terapi
pada pasien.
1.1 Rumusan Masalah
1.
Apakah terapi music dapat membantu dalam menejemen nyeri pasien post
operasi?
2.
Bagaimana terapi musik klasik mempengaruhi skala nyeri pasien post operasi?
3.
Sejauh mana terapi music dapat berperan dalam menejemen nyeri pasien post
operasi?
1.2
Tujuan
1.2.1
Tujuan Umum
Pembaca dapat mengetahui bagaimana terapi music dapat memengaruhi skala
nyeri pada pasien
1.2.2
Tujuan Khusus
1. Penulis mengetahui sejauh mana penelitian yang dilakukan untuk terapi musik
khususnya music klasik terhadap menejemen nyeri pada pasien.
2. Pembaca dapat tertarik untuk mencoba melakukan terapi music pada pasien
1.1 Manfaat
1.1.1
Manfaat Teoritis
Sebagai bahan tinjauan untuk
melihat sejauh mana penelitian tentang topik terkait dilakukan.
1.1.2
Manfaat Praktis
1.
Sebagai pemicu adanya penilitian lanjutan tentang topic terkait.
2. Sebagai bahan pembelajaran tentang terapi musik terhadap menejemen nyeri
pada pasien.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1
Review Jurnal
2.1.1
Jurnal I
1.
Judul
“Pengaruh Terapi Musik Klasik
Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSU Muhammadiyah
Yogyakarta”
·
Judul penelitian cukup menggambarkan isi penelitian
2.
Kekuatan
·
Jurnal ini melakukan penelitian menggunakan dua kategori yaitu yang diberi
terapi musik dan yang tidak menggunakan terapi musik. Membuat hasil penelitian
menjadi lebih jelas dan akurat.
·
Penelitian tidak hanya menggunakan satu kategori namun menggunakan beberapa
kategori terdiri dari : berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat kecemasan,uji
wilcoxon match pairs test pada kelompok eksperimen dan kontrol.
·
Mencantumkan kata kunci
·
Mencantumkan tahun pembuatan
3.
Besar asosiasi (Hasil statistik)
·
Penelitian ini menggunakan Quansi eksperimen dengan Non Equivalent Control
Group Design.
·
Menggunakan sebanyak 20 sampel.
· Penyajian table
dilengkapi dengan penjelasan dibawah
|
No
|
Usia
|
Kelompok
|
|||
|
Ekperimen
|
kontrol
|
||||
|
F
|
%
|
F
|
%
|
||
|
1
|
17-35
|
5
|
50%
|
2
|
20%
|
|
2
|
36-45
|
-
|
-
|
1
|
10%
|
|
3
|
46-55
|
2
|
20%
|
4
|
40%
|
|
4
|
56-65
|
3
|
30%
|
3
|
30%
|
Dari tabel 1 di
atas dapat diketahui bahwa usia responden pada kelompok eksperimen paling
banyak berusia 17-35 tahun (remaja akhir - dewasa awal) sebanyak 5 responden
50%. Responden yang paling sedikit berusia 46-55 tahun (lansia awal) sebanyak 2
responden 20%. Sedangkan pada kelompok kontrol dapat diketahui usia responden
yang paling banyak berusia 46-55 tahun (lansia awal) sebanyak 4 responden 40%.
Responden yang paling sedikit berusia 36-45 tahun (dewasa akhir) sebanyak 1
responden.
4. Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya
Replikasi dari penelitian
sebelumnya tidak menggunakan dua kategori eksperimen dan kontro melainkan hanya
kelompok eksperimen saja.
5. Spesifitas
Spesifitas Pada
penelitian ini tidak terpenuhi beberapa data yang ditemukan hampir gagal
mendapatkan adanya pengaruh pada terapi musik karena data hampir seimbang antara kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Namun tetap terjadi pengaruh.
6. Jenis Intervensi
Pada penelitian ini peneliti memberikan tindakan memperdengarkan musik
klasik seperti musik karya Kenny G yang berjudul “My Heart Will Go On” kepada
responden kelompok eksperimen selama 10 menit menggunakan mp3.
7. Klausability
Penggunaan musik klasik sebagai contoh terapi musik terpenuhi dan masuk
akal karena mengingat musik klasik merupakan musik yang memiliki alunan yang
lembut sehingga memungkinkan untuk menurunkan emosi pasien.
8. Koherensi/Kesesuaian
Dalam penelitian ini kesesuaian terpenuhi karena peneliti tidak hanya
meneliti dari satu kelompok saja tapi dari berbagai kelompok sehingga hasilnya
lebih akurat dan lengkap.
9. Bukti Eksperimen
Jurnal ini tidak melampirkan
bukti eksperimen hanya berupa data hasil saja.
10. Kekurangan
·
Tidak melampirkan gambar sebagai bukti eksperimen
·
Pada pendahuluan terlalu banyak pengutipan dari para ahli sementara tulisan
asli dari penulis hanya sedikit.
2.1.2
Jurnal II
1.
Judul
“Pengaruh Pemberian Terapi
Musik Klasik Terhadap Nyeri Pada Pasien Pre Operasi Fraktur di RSUD Dr.
Moewardi Surakarta”
·
Judul cukup menggambarkan isi dari penelitian
2.
Kekuatan
· Menggunakan sampel yang lebih banyak dari jurnal satu. Yaitu terdiri dari
65 orang
· Mencantumkan kepustakaan
· Mencantumkan kata kunci
· Penelitian tidak hanya fokus pada satu kelompok tapi terdiri dari beberapa
kelompok yaitu pasien berdasarkan jenis jelamin, usia, tingkat pendidikan,
pekerjaan
· Memiliki analisis bivariat.
3.
Besar asosiasi (Hasil statistik)
· Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis
rancangan quasi eksperimen pre post test
with control group design.
· Analisis yang dilakukan untuk mengetahui efektifitas terapi musik klasik dengan
analisis SPSS menggunakan uji Wilcoxon.
· Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel disertai penjelasan secara
deskriptif di bawah tabel.
|
No
|
Usia
|
Kelompok
|
|||
|
Ekperimen
|
kontrol
|
||||
|
F
|
%
|
F
|
%
|
||
|
1
|
17-35
|
5
|
50%
|
2
|
20%
|
|
2
|
36-45
|
-
|
-
|
1
|
10%
|
|
3
|
46-55
|
2
|
20%
|
4
|
40%
|
|
4
|
56-65
|
3
|
30%
|
3
|
30%
|
Karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak yaitu 20-29 tahun
sejumlah 31 orang (49,0%), usia 30-39 tahun yaitu 13 orang (20,7%), usia 40-49
tahun yaitu sejumlah 12 orang (19,0%)
dan 50-59 tahun sebanya 7 orang (11,1%). Karakteristik responden
berdasarkan usia paling banyak yaitu 20-29 tahun yaitu 31 responden (52,5%),
usia 30-39 tahun yaitu 13 responden (25%), usia 40-49 tahun yaitu 12 (17,5%),
dan 50-59 tahun sebanyak 7 responden (5%). Notoatmodjo (2007) mengatakan bahwa
usia seseorang akan memengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang terhadap
informasi yang diberikan, semakin bertambah usia maka daya tangkap dan pola
pikir seseorang semakin berkembang bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan
dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja.
4. Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya
Penelitian sebelumnya hanya berfokus pada anak belum pada banyak kelompok.
5. Spesifitas
Pada penelitian ini spesifitas terpenuhi karena peneliti tidak hanya meneliti
pada satu kelompok saja.
6. Jenis Intervensi
Peneliti memberikan responden musik klasik dan mendengarkannya.
7. Klausability
Klausability pada penelitian ini cukup terpenuhi pada setiap kelompok.
8. Koherensi/Kesesuaian
Kesesuaian telah terpenuhi pada aspek jenis pasien yaitu pada pasien pre
operasi saja
9. Bukti Eksperimen
pada jurnal ini peneliti tidak
melampirkan bukti gambar pada saat eksperimen dilaksanakan. Dan hanya berupa
hasil data
10. Kekurangan
·
Tidak mencantumkan tahun pembuatan
·
Hanya mengambil untuk kelompok eksperimen saja sementara kelompok kontrol
tidak dibuat
·
Pada penjelasan data hasil pasien berdasarkan pekerjaan, penjelasan menjadi
belok pembahasan menjadi tentang pendidikan membuat pembaca menjadi terheran
apa korelasinya.
2.2
Jurnal Analysis
Kedua jurnal ini sama-sama
menjelaskan tentang bagaimana terapi musik khususnya musik klasik mempengaruhi
menejemen nyeri pada pasien operasi. Jurnal penelitian ini cukup mendapatkan
hasil yang akurat dalam membuktikan bahwa musik dapat mendikstraksi rasa sakit
pasien.
Pada jurnal pertama, penelitian
lebih bervariasi dengan membandigkan antara kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol sehingga hasilnya lebih terlihat. Bagaimana persentase terapi musik
mempengaruhi pasien jelas terlihat pada jurnal ini. Jurnal kedua, menggunakan
metode yang sama dengan memperdengarkan musik klasik kepada pasien. Namun tidak
cukup menjelaskan bagaimana proses pada saat eksperimen.
2.3
Jurnal Comparison
Jurnal pertama meneliti pada pasien post operasi, pembahasannya pun lebih
terperinci dengan menjelaskan bagaimana proses eksperimenberlangsung. Bagaimana
cara melakukan penelitian sampai judul musik yang dipakai untuk melakukan
penelitian.
Sedangkan pada jurnal
kedua, pasien yang digunakan untuk sampel adalah pasien pre operasi. Namun
jurnal ini kurang menjelaskan bagaimana proses eksperimen berlangsung. Walaupun
begitu jurnal kedua memakai sampel lebih banyak dari jurnal pertama. Jurnal
kedua juga menyebutkan penelitian terakhir yang terkait dengan bahasan yang diambil sedangkan
pada jurnal pertama tidak disebutkan
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Terapi musik adalah salah satu cara untuk mendikstraksi pasien terhadap
rasa nyerinya. Sekarang ini sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa
musik dapat membantu pasien melupakan rasa nyeri nya. Buukan hanya musik klasik
namun juga genre musik lain pun dapat membantu pasien dalam menejemen nyeri.
Musik adalah bahasa universal, pasien dapat mengekspresikan bagaimana perasaannya
melalui musik. Melihat bagaimana hasil dari penelitian diatas, dapat terlihat
bahwa pasien setuju dan merasakan bahwa musik dapat menjadi terapi untuk rasa
sakitnya.
Pada penelitian diatas hanya membuktikan bagaimana musik memberikan terapi
untuk pasien yang akan dan sudah melakukan operasi patah tulang. Diluar
daripada itu, akan menyusul banyak penelitian tentang terapi musik untuk
penyakit lain dengan tingkat keseriusan yang lebih tinggi dari ini.
3.2 Saran
3.2.1
Saran Teoritis
Diharapkan kedepannya akan menyusul penelitian lain yang
dapat membuktikan lebih luas bagaimana musik berperan dalam proses terapi pada
menejemen nyeri
3.2.2
Saran Praktis
1.
Diharapkan perawat mau membantu pasien dalam melewati nyeri nya dengan
menggunakan teknik terapi music
2. Rumah sakit mau memfasilitasi untuk praktik terapi musik. Bukan hanya untuk
yang didengarkan saja namun yang dapat dimainkan pasien juga.
DAFTAR PUSTAKA
Alan Yanuar. 2015. Pengaruh
Terapi Musik Klasik Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur
di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. 01:1-7
Hayati Dwi Pangestika, Siti. 2016. Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik
Terhadap Nyeri pada Pasien Pre Operasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
01 : 1-7
Suryani. 2016. Mencegah
Plagiarism : Ilmu dan Seni Melakukan Literatur Review. Bandung : Unpad
Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar