Rabu, 19 Desember 2018

Contoh Makalah Ragam Bahasa dan Laras Ilmiah


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT. karena atas rahmat dan hidayah-Nya akhinya kelompok 1 dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Laras Ilmiah dan Ragam Bahasa”. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada jungjunan alam Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Amiin.
            Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Disamping itu Kelompok kami berharap Makalah ini mampu memberikan kontribusi dalam menunjang pengetahuan para mahasiswa khususnya dan pihak lain pada umumnya.
            Dengan terselesaikannya Makalah ini Kelompok kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam pembuatan Makalah ini. Kami menyadari bahwa Makalah ini jauh dari sempurna. Oleh Karena itu, kritik dan saran sangat dibutuhkan disini agar pembuatan Makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi. Kami berharap Makalah ini dapat berguna bagi kita semua. Amiin.
Penulis













 
 

DAFTAR ISI
Kata Pengantar          …………………………………………………………………. i
Daftar Isi                    …………………………………………………………………. ii
Abstrak                       ………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN         ………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang         ………………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah    ………………………………………………………… 1
1.3 Tujuan                      ………………………………………………………… 1
BAB II PEMBAHASAN          ………………………………………………………… 2
2.1 Pengertian Ragam Bahasa    ………………………………………………... 2
2.2 Macam Ragam Bahasa         ………………………………………………... 2
2.3 Fungsi Bahasa          …………………………………………………………4
2.4 Pengertian Laras Ilmiah        ………………………………………………... 5
2.5 Contoh Laras ilmiah ………………………………………………………… 6
2.6 Ciri Laras Ilmiah      ………………………………………………………… 7
DAFTAR PUSTAKA   …………………………………………………………………. 8












 
 

ABSTRAK
Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah  Bahasa Indonesia. Kami Kelompok 1 mengambil judul “Laras Ilmiah dan Ragam Bahasa” Adapun ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Ragam Bahasa dapat dilihat dari media penghantarnya yaitu tulis dan tulisan dan juga dari situasi pemakaiannya yaitu formal, semiformal, dan nonformal.
Adapun karya tulis ilmiah merupakan merupakan hasil rangkaian fakta yang berupa hasil pemikiran, gagasan, peristiwa, gejala, dan pendapat. Jadi, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali berbagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penulis karya ilmiah tidak disebut pengarang melainkan disebut penulis.  Dengan begitu, laras ilmiah adalah penggunaan bahasa dalam kegiatan ilmiah. Ada beberapa persyaratan untuk sebuah tulisan bisa dikatakan sebagai laras ilmiah diantaranya bersifat objektif, ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan, disusun secara sistematis,  menyajikan rangkaian sebab-akibat, dan masih banyak lagi.






















 
 

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
       Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambing berupa bunyi, besifat arbriter, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.
Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya ini dan bermacam-macam pula latar belakang penuturnya, mau tidak mau akan melahirkan sejumlah ragam bahasa. Adanya bermacam-macam ragam bahasa ini sesuai dengan fungsi, kedudukan, lingkungan yang berbeda-beda.
Diera yang modern ini telah banyak bertambah bahasa-bahasa diluar kaidah sesungguhnya. Hal ini membuat masyarakat sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Bahasa dibentuk oleh kaidah, aturan, serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk, dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya.
1.2  Rumusan Masalah
        Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa yang disebut dengan ragam bahasa?
2.      Apa yang disebut dengan laras ilmiah?
3.      Apa fungsi dari bahasa?
1.3  Tujuan
              Tujuan dibuatnya makalah ini adalah agar pembaca mengetahui bagaimana Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan juga mengajak para pembaca untuk mulai menggunakan Bahasa Indonesia dengan tidak mengesampingkan kaidah yang berlaku.






1
 
 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Ragam Bahasa
              Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bias berbentuk dialekaksenlarasgaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
              Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. (Bachman, 1990)
              Menurut Dendy Sugono (1999:9), bahwa sehubunngan dengan pemakaian Bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi, di gunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak di tuntut menggunakan bahasa baku.
              Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Ragam Bahasa adalah Istilah linguistik  variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan.
2.2  Macam Ragam Bahasa
2.2.1   Ragam Bahasa Menurut Situasi
             Berdasarkan situasi pemakainnya, ragam bahasa dapat dibagi menjadi 3 yakni ragam formal, ragam semi formal, dan ragam non-formal.
a.          Ragam Formal.
                        Ragam formal digunakan dalam situasi resmi. Bentuk ragam ini (atau disebut juga ragam baku) yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. 
 

b.         Ragam Semi Formal.
                        Jenis ragam ini memiliki ciri mengikuti kaidah dan aturan yang tetap tetapi tidak secara konsisten dilakukan pada saat tertentu. Sebagai contoh yaitu bahasa jurnalistik, dimana biasanya pembaca berita membacakan beritanya tidak selalu dengan kata-kata yang baku, melainkan terkadang ditengah kata-kata baku yang mereka ucapkan terselip kata-kata yang biasa kita ucapkan sehari-hari (bahasa santai).
c.          Ragam Non-formal.
                        Ragam non-formal tidak menggunakan kata baku, dan tidak memiliki kaidah atau aturan yang tetap. Contohnya ketika kita berbicara dengan teman.   
Pembedaan antara ragam formal, nonformal, dan semiformal dilakukan berdasarkan hal berikut ini.
a.         Topik yang sedang dibahas
b.        Hubungan antarpembicara
c.         Medium yang digunakan
d.        Lingkungan
e.         Situasi saat pembicaraan terjadi
Ada lima ciri yang dapat dengan mudah digunakan untuk membedakan ragam formal dari ragam nonformal. Setiap ciri adalah sebagai berikut.
a.         Penggunaan kata sapaan dan kata ganti
b.        Penggunaan kata tertentu
c.          Penggunaan imbuhan
d.         Penggunaan kata sambung (konjungsi) dan kata depan (preposisi)
e.          Penggunaan fungsi yang lengkap
2.2.2   Ragam Bahasa Menurut Medium (Cara Pengungkapan Ragam Bahasa)
a.       Ragam bahasa lisan.
              Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.

 


              Contoh dari ragam bahasa lisan antara lain meliputi : bahasa cakapan, ragam bahasa pidato, ragam bahasa kuliah, sertaragam bahasa panggunng. Contoh panggunaan ragam lisan adalah “Sudah saya baca buku itu”
b.      Ragam Bahasa Tulis
              Adalah ragam bahasa yang ditulis atau dicetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis standar maupun non-standar. Ragam tulis yang standar bisa kita temukan dalam buku-buku pelajaran, atau surat kabar. Dan ragam tulis non-standar bisa kita temukan di poster, majalah remaja, dan iklan.
              Ragam bahasa tulis tidak terikat  ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
              Contoh  dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahasa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan bena. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah. Contoh penggunaan ragam tulis adalah “Saya sudah membaca buku itu”.
2.3  Fungsi Bahasa
           Bahasa memiliki fungsi antara lain :
a.       Sebagai sarana komunikasi
b.      Sebagai sarana integrasi dan adaptasi
c.       Sebagai saran kontrol sosial
d.      Sebagai sarana memahami diri
e.       Sebagai sarana ekspresi diri
f.       Sebagai sarana memahami orang lain
g.       Sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
h.      Bahasa sebagai sarana berpikir logis
i.        Bahasa membangun kecerdasan
j.        Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda
k.      Membangun karakter
l.        Bahasa mengembangkan profesi
m.    Bahasa sarana menciptakan kreatifitas baru.

 
 

2.4  Pengertian Laras Ilmiah
 Karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian fakta yang berupa hasil pemikiran, gagasan, peristiwa, gejala, dan pendapat. Jadi, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali pelbagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penulis karya ilmiah tidak disebut pengarangmelainkan disebut penulis(Soeseno, 1993: 1).
                 Laras ilmiah adalah penggunaan bahasa dalam kegiatan ilmiah. Laras ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam laras ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Oleh karenanya, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus diperhatikan. Penulisan laras ilmiah tidak hanya untuk mengekspresikan pikiran, tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan. Dapat pula, kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya tulis ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya.
                        Persyaratan lain bagi sebuah tulisan untuk dikategorikan sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut (Brotowidjojo, 2002).
a.       Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
b.      Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni pencantuman rujukan dan kutipan yang jelas
c.       Karya ilmiah harus disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural.
d.      Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
e.       Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.


 
 

f.        Karya ilmiah ditulis secara tulus. Hal itu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, serta tidak bersifat ambisius dan berprasangka. Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif
g.      Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Jika pada akhirnya timbul kesan argumentatif dan persuasif, hal itu ditimbulkan oleh penyusunan kerangka karangan yang cermat. Dengan demikian, fakta dan hukum alam yang diterapkan pada situasi spesifik itu dibiarkan berbicara sendiri. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut.
Berdasarkan uraian di atas, dari segi bahasa, dapat dikatakan bahwa karya tulis ilmiah memiliki tiga ciri, yaitu
(1) harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna;
(2) harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat, dan pengertian yang digunakan, agar tidak menimbulkan kerancuan atau keraguan; dan
(3) harus singkat, berlandaskan ekonomi bahasa.
2.5 Contoh Laras Ilmiah
       2.5.1 Laporan Penelitian
   Laporan penelitian adalah laporan yang dibuat hasil dari sebuah penelitian, di dalamnya terdapat uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses kegiatan penelitian mulai dari latar belakang, kerangka berfikir, dukungan teori, metodologi penelitian, hasil peneltian, sampai kesimpulan.
2.5.2 Artikel Ilmiah
               Artikel ilmiah merupakan tulisan ilmiah yang berupa artikel ulasan maupun artikel penelitian dari laporan hasil penelitian yang ditulis kembali oleh para penulisnya untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
2.5.3 Makalah
                    Makalah adalah Karya tulis ilmiah yang bersifat empiris dan objektif. Di dalamnya terdapat pembahasan permasalahan tertentu yang di dapat dari hasil penelitian ataupun pengkajian.


 


2.5.4 Skripsi, tesis, disertasi, dan tugas akhir
        Merupakan Karya Tulis Ilmiah yang berisi pendapat yang di dukung oleh data dan fakta yang empiris dan objektif. Dari kegita jenis Karya Tulis Ilmiah ini sebenarnya hampir sama. Hanya saja biasanya pembahasan di dalamnya yang berbeda. Pembahasan tesis lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Begitu juga dengan disertasi yang memiliki pembahasan lebih mendalam dari tesis maupun skripsi.
2.5.5 Buku referensi dan Buku Ajar
                 Buku referensi adalah buku yang digunakan untuk mencari informasi tentang apa yang dicari. Buku ini  juga biasanya sebagai acuan bagi seorang pengajar saat mengajar.
2.5.6 Jurnal
    Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat Karya Tulis Ilmiah yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)
2.6  Ciri Laras Ilmiah
a.       Cendikia, yaitu bahasa yang membentuk pernyataan yang tepat dan seksama, sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca.
b.      Lugas, bersifat apa adanya. Paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalahpahaman sehingga kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan
c.       Jelas, gagasan akan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang jelas.
d.      Formal,  bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal (resmi). Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata, dan kalimat.
e.       Objektif, sesuai dengan fakta yang ada dan tidak memalsukan data.
f.       Konsisten, unsur bahasa, tanda baca, dan istilah, sekali digunakan sesuai kaidah yang selanjutnya digunakan secara konsisten.
g.       Bertolak dari gagasan, bahasa ilmiah digunakan dengan orientasi gagasan. Pilihan kalimat yang lebih cocok adalah kalimat pasif, sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku dapat dihindari.
h.      Ringkas dan padat, tidak terlalu memakai penjabaran yang panjang tapi pokok dari apa yang dibahas dapat tersampaikan.

 
 

DAFTAR PUSTAKA
8
 
http://kbbi.kata.web.id/ragam-bahasa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar